MELIRIK SEJARAH GERAKAN
MAHASISWA INDONESIA
Kenapa ada
GERAKAN MAHASISWA ?
Ø Kondisi Indonesia yang memperlihatkan dengan gejala kemiskinan massal di
perkotaan ataupun di daerah pedesaan, hancurnya sarana dan prasarana ekonomi
sehingga menyebabkan kehancuran ekonomi dan tingginya tingkat utang serta
rusaknya atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana transportasi, komunikasi
dan modernisasi.
1908
Diawali dengan adanya Politik Etis Belanda setelah
berkuasa selama kurang lebih 300 tahun
“ 1901 atau abad 19 adanya politik etis oleh
negara belanda yang di nahkodai oleh ratu wihelmina sbgai blas budi terhdap
bangsa2 yang telah di jajahnya”
Ø Lahir BOEDI OETOMO, 20 Mei 1908 oleh
pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA (pada kongres yogyakarta
5 Oktober 1908 menetapkan tujuan perkumpulan : Kemajuan yang selaras buat
negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan
dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan.)
Ø Dibentuknya Indische Vereeninging yang
berubah menjadi Indonesische Vereeninging pada tahun 1922 oleh para mahasiswa
Indonesia yang sedang belajar di Belanda, dan terakhir untuk lebih mempertegas
identitas nasionalisme yang diperjuangkan, organisasi ini kembali berganti nama
baru menjadi Perhimpunan Indonesia,tahun 1925.
Ø Lahir juga Indische Partij yang
melontarkan propaganda kemerdekaan Indonesia, Sarekat Islam,dan Muhammadiyah
yang beraliran nasionalis demokratis dengan dasar agama, Indische Sociaal
Democratische Vereeninging (ISDV) yang berhaluan Marxis, dll yang menambah
jumlah haluan dan cita-cita terutama ke arah politik. Hal ini di satu sisi
membantu perjuangan rakyat Indonesia, tetapi di sisi lain sangat melemahkan BU
karena banyak orang kemudian memandang BU terlalu lembek oleh karena hanya menuju
“kemajuan yang selaras” dan /atau terlalu sempit keanggotaannya (hanya untuk
daerah yang berkebudayaan Jawa) meninggalkan BU Oleh karena cita-cita dan
pemandangan umum berubah ke arah politik, BU juga akhirnya terpaksa terjun ke
lapangan politik.
1908
Ø
Kehadiran Boedi Oetomo, Indische Vereeninging,
dll pada masa itu merupakan suatu episode sejarah yang menandai munculnya
sebuah angkatan pembaharu dengan kaum terpelajar dan mahasiswa sebagai aktor
terdepannya, yang pertama dalam sejarah Indonesia : generasi 1908, dengan misi
utamanya menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaan dikalangan
rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan, dan mendorong semangat rakyat
melalui penerangan-penerangan pendidikan yang mereka berikan, untuk berjuang membebaskan
diri dari penindasan kolonialisme.
Pasang surut gerakan BU
Dalam
perkembangannya pada tahun 1909 timbul pemikiran kritis dari kalangan dalam
sendiri yang memandang BU terlalu lunak, kurang agresif bila hanya bertujjuan
untuk mencapai “ Kemajuan yang selaras” maka timbul wacana baru yang lebih
mengedepankan posisi strategis bagi arah perjuangan BU yang lebih berorientasi
pada pencapaian kemerdekaan, terjadilah perbedaan pendapatd di antara para
tokohnya sehingga lambat laun tidak sedikit yang meninggalkan BU.
Di saat krisis internal
itu tiba-tiba muncul tokoh muda yang bernama Soekarno. Pada saat perayaan hari
buruh di surabaya dan soekarno berpidato berapi-api di atas podium di dampingi
oleh gurunya HOS Tjokroaminoto. Sehingga pidato Soekarno telah mengembalikan
roh idealisme semula di dirikanya BU. Komunitas BU terdiri atas pemuda jawa
sehingga penggunaan bahasa jawa ngoko di anjurkan syarekat islam lewat gerakan
jawa dipo. Sehingga semua tokoh pergerakan jawa di anjurkan memakai bahasa
rakyat jelata agar ddi pahami oleh rakyat.
1928
Ø
Kelompok
Studi Indonesia (Indonesische Studie-club) yang dibentuk di Surabaya pada
tanggal 29 Oktober 1924 oleh Soetomo. Kedua, Kelompok Studi Umum (Algemeene
Studie-club) direalisasikan oleh para nasionalis dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik di Bandung yang dimotori oleh
Soekarno pada tanggal 11 Juli 1925.
Ø
1926 lahir Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia
(PPPI).
Ø
Pada tahun 1930-an lahir pula kelompok Studi St.
Bellarmius yang menjadi wadah mahasiswa Katolik, Cristelijke Studenten
Vereninging (CSV) bagi mahasiswa Kristen, dan Studenten Islam Studie-club (SIS)
bagi mahasiswa Islam.
Ø Akhirnye
...
Ø Para mahasiswa kecewa melihat
situasi politik tanah air , ramainya berbagai ideoogi parpol serta lebih
menuunjukan tersebarnya kekuatan-kekuatan pergerakan yang berdiri sendiri
berdasarkan kesukuan, kedaerahan, keagamaan. maka Dari kebangkitan kaum
terpelajar, mahasiswa, intelektual, dan aktivis pemuda itulah, mereka
mengadakan pertemuan nasional melalui Konggres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta
pada 26-28 Oktober 1928, dimotori oleh PPPI hasil kongres melahirkan rumusan indonesia muda dan mencetuskan sumpah
pemuda.
1945
Dalam perkembangan berikutnya, dari dinamika pergerakan nasional yang
ditandai dengan kehadiran kelompok-kelompok studi, dan akibat pengaruh sikap
penguasa Belanda yang menjadi Liberal, muncul kebutuhan baru untuk menjadi
partai politik, terutama dengan tujuan memperoleh basis massa yang luas.
Kelompok Studi Indonesia berubah menjadi Partai Bangsa Indonesia (PBI),
sedangkan Kelompok Studi Umum menjadi Perserikatan Nasional Indonesia
(PNI).
Ø Rezim Jepang lebih represif (dalam konteks
pendidikan maupun kehidupan politik) dibandingkan dengan
kolonial Belanda, antara lain dengan melakukan pelarangan terhadap segala
kegiatan yang berbau politik; dan hal ini ditindak lanjuti dengan membubarkan
segala organisasi pelajar dan mahasiswa, termasuk partai politik, bahkan ada mahasiswa yang dipecat dan
dipenjarakan.
Ø Praktis, akibat kondisi yang vacuum
tersebut, maka mahasiswa kebanyakan akhirnya memilih untuk lebih mengarahkan
kegiatan dengan berkumpul dan berdiskusi, bersama para pemuda lainnya terutama
di asrama-asrama. Tiga asrama b yang terkenal dalam sejarah, berperan besar dalam melahirkan sejumlah
tokoh, adalah Asrama Menteng Raya, Asrama Cikini asrama prapatan 10,dan Asrama Kebon Sirih. Tokoh-tokoh inilah yang
nantinya menjadi cikal bakal generasi 1945, yang menentukan kehidupan bangsa.
Harus di ingat
!!!
Ø Salah satu peran angkatan muda
1945 yang bersejarah, dalam kasus gerakan kelompok bawah tanah yang antara lain
dipimpin oleh Chairul Saleh dan Soekarni saat itu, yang terpaksa menculik dan
mendesak Soekarno dan Hatta agar secepatnya memproklamirkan kemerdekaan,
peristiwa ini dikenal kemudian dengan peristiwa Rengasdengklok.
1966
Ø Lahirnya gerakan mahasiswa angkatan 66
merupakan reaksi dari proses politik sebelumnya yakni terjadi pertentangan
keras antara ABRI & PKI. Konflik itu mncapai puncaknya pd peristiwa
G30S/PKI, 30 september 1965.
Ø Mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi
Mahasiswa Indonesia (KAMI) tanggal 25 Oktober 1966 yang merupakan hasil
kesepakatan sejumlah organisasi yang berhasil dipertemukan oleh Menteri
Perguruan Tinggi dan Ilmu Pendidikan (PTIP) Mayjen dr. Syarief Thayeb, yakni
HMI,PMII,Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Sekretariat Bersama
Organisasi-organisasi Lokal (SOMAL), Mahasiswa Pancasila (Mapancas), dan Ikatan
Pers Mahasiswa (IPMI). Tujuan pendiriannya, terutama agar para aktivis
mahasiswa dalam melancarkan perlawanan terhadap PKI
menjadi lebih terkoordinasi dan memiliki kepemimpinan.
Ø Gerakan mahasiswa yang lahir 1966 tercetus
dalam situasi politik dan kehancuran ekonomi, yakni pembubaran PKI serta
mangangkat isu ekonomi karena keadan rakyat yang semakin susah, kedua isu ini
di tuangkan dalam Tritura ( tiga tuntutan rakyat)
1. Tuntutan pembubaran PKI
2. Tuntutan perombakan kabinet100 menteri
3. Turunkan harga
Ø Pada tahun 1965 dan 1966, pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak
terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. Gerakan ini dikenal dengan istilah
Angkatan '66, yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional,
sementara sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan.
Tokoh-tokoh mahasiswa saat itu adalah mereka yang kemudian berada pada lingkar
kekuasaan Orde Baru, di antaranya Akbar Tanjung, Cosmas Batubara Sofyan Wanandi, Yusuf Wanandi, dll.
Angkatan '66 mengangkat isu Komunis sebagai bahaya
laten negara. Gerakan ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat untuk
mendukung mahasiswa menentang Komunis yang ditukangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia). Setelah Orde Lama berakhir, aktivis Angkatan '66 pun mendapat
hadiah yaitu dengan banyak yang duduk di kursi DPR/MPR serta diangkat dalam
kabibet pemerintahan Orde Baru.
1974
Ø MALARI ( Malapetaka 15 januari)
Ø Awal 1970-an gerakan mahaiswa muncul
sebagai reaksi protes terhadap kebijakan soeharto yang di anggap menyimpang
dari idealisme di tegakkannya orde baru, mahasiswa menilai bahwa soeharto telah
mengarah ke kapitalis, memanjakan pemodal asing yang semakin leluasa menguasai
perekonomian nasional.
Ø Dalam peristiwa malari terjadi besar
besaran dalam penolakan kedatangan Perdana Menteri jepang Kakuei tanaka yang
berkunjung ke jakarta pada tanggal 14 – 17 januari 1974 yang mengakibatkan
proyek pasar senin ludes,.. Tercatat 807 mobil dan 187 sepeda motor buatan
jepang di bakar di mana mana.
1978
Ø Berita tentang aksi protes mahasiswa
nyaris sepi. Mahasiswa disibukkan dengan berbagai kegiatan kampus disamping kuliah sebagain
kegiatan rutin, dihiasi dengan aktivitas kerja sosial, Kuliah Kerja Nyata
(KKN), Dies Natalis, acara penerimaan mahasiswa baru, dan wisuda sarjana.
Meskipun disana-sini aksi protes kecil tetap ada.
Ø Gerakan kembali massif menjelang pemilu
1977. Berbagai masalah penyimpangan politik diangkat sebagai isu, misalnya soal
pemilu mulai dari pelaksanaan kampanye, sampai penusukan tanda gambar, pola
rekruitmen anggota legislatif, pemilihan gubernur dan bupati di daerah-daerah,
strategi dan hakekat pembangunan, sampai dengan tema-tema kecil lainnya yang
bersifat lokal. Gerakan ini
juga mengkritik strategi pembangunan dan kepemimpinan nasional.
Ø Akibatnya Pada titik ini ada yang menarik untuk dicatat
yaitu terjadinya pendudukan militer atas kampus-kampus ; disamping penyebabnya adalah
karena mahasiswa dianggap telah melakukan “pembangkangan politik”, penyebab
lain sebenarnya adalah karena gerakan mahasiswa 1978 lebih banyak
berkonsentrasi dalam melakukan aksi diwilayah kampus.
Ø Jadi, karena gerakan mahasiswa tidak
terpancing keluar kampus untuk mennghindari seperti tahun 1974, maka akhirnya
mereka diserbu militer,malahan dengan cara yang brutal.
NKK/BKK
Ø Kebijakan NKK dilaksanakan berdasarkan SK
No.0156/U/1978. Konsep ini mencoba mengarahkan mahasiswa hanya menuju pada
jalur kegiatan akademik,dan menjauhkan dari aktivitas politik karena dinilai
secara nyata dapat membahayakan posisi rezim. Menyusul pemberlakuan konsep NKK,
pemerintah melakukan pembekuan atas lembaga Dewan
Mahasiswa, sebagai gantinya pemerintah membentuk struktur keorganisasian baru
yang disebut BKK. Berdasarkan SK menteri P&K No.037/U/1979 kebijakan ini
membahas tentang Bentuk Susunan Lembaga Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan
Perguruan Tinggi, dan dimantapkan dengan penjelasan teknis melalui Instruksi
Dirjen Pendidikan Tinggi tahun 1978 tentang pokok-pokok pelaksanaan penataan
kembali lembaga kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.
Ø Sebagai alternatif terhadap suasana
birokratis dan apolitis wadah intra kampus, di awal-awal tahun 80-an muncul
kelompok-kelompok studi yang dianggap mungkin tidak tersentuh kekuasaan
refresif penguasa. Kenyataannya, kelompok studi lebih berfungsi sebagai
information actions dengan tujuan the distribution of critical information bagi
mahasiswa. Dalam perkembangannya eksistensi kelompok ini mulai digeser oleh
kehadiran wadah-wadah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tumbuh subur pula
sebagai alternatif gerakan mahasiswa.
Ø Memasuki awal tahun 1990-an, di
bawah Mendikbud Fuad Hasan kebijakan NKK/BKK dicabut dan sebagai gantinya
keluar Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK). Melalui PUOK ini
ditetapkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra kampus yang diakui adalah Senat
Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT), yang didalamnya terdiri dari Senat Mahasiswa
Fakultas (SMF) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Ø Dalam perkembangan kemudian, banyak timbul
kekecewaan di berbagai perguruan tinggi karena kegagalan konsep ini dalam
eksperimentasi demokrasi. Mahasiswa menuntut organisasi kampus yang mandiri,
bebas dari pengaruh korporatisasi negara termasuk birokrasi kampus. Sehingga,
tidaklah mengherankan bila akhirnya berdiri Dewan Mahasiswa di UGM tahun 1994
yang kemudian diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di tanah air sebagai
landasan bagi pendirian model organisasi kemahasiswaan alternatif yang
independen.
1998
Ø
Gerakan 1998 menuntut reformasi dan dihapuskannya "KKN"
(korupsi, kolusi dan nepotisme) pada 1997-1998, lewat pendudukan gedung DPR/MPR
oleh ribuan mahasiswa, akhirnya memaksa Presiden Soeharto melepaskan jabatannya. Berbagai
tindakan represif yang menewaskan aktivis mahasiswa dilakukan pemerintah untuk
meredam gerakan ini di antaranya: Peristiwa Cimanggis, Peristiwa Gejayan, Tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi I dan II , Tragedi Lampung. Gerakan ini terus berlanjut
hingga pemilu 1999.
JADI !!!
Ø 1908 : Mahasiswa menjadi pencetus kebangsaan
Ø 1928 : Mahasiswa berjanji mendukung kebangsaan
Ø 1945 :
Mahasiswa mewujudkan dan bertempur bagi kemerdekaan bangsa
Ø 1966 :
Mahasiswa mulai kehilangan arah kebangsaan dan mulai berpaling pada kapitalisme
(lah itu jaket kuning untuk demo siapa yang nyumbang )
Ø 1974 : Mahasiswa telah kehilangan arah kebangsaan
dan menjadi sektarian (bahkan dikendalikan tentara ... entah pihak Moertopo
atau pihak Soemitro)
Ø 1978 : Mahasiswa dikebiri dari berpikir
dan berbuat bagi bangsa
Ø 1990 : Mahasiswa menuntut hak untuk belajar
lagi tentang kebangsaa
Ø 1998 : Mahasiswa baru coba-coba menjadi
pendukung kebangsaan tapi semuanya masih semu karena sebenarnya dikampus-kampus
merah putih hanya jadi lambang kosong yang dipake di demonstrasi-demonstrasi
tetapi tidak tertanam di dalam dada mahasiswa. Buktinya : kalau ada tawaran
kerja di luar negeri ya ... ayooooo ... kalau ada tawaran gaji tinggi di perusahaan
asing ... ya ... ayoooo Demonstrasi hanya jadi ritual (atau malah ajang cari
popularitas) di kampus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar