Jumat, 12 September 2014

sejarah gerakan mahasiswa indonesia


         MELIRIK SEJARAH GERAKAN MAHASISWA INDONESIA


Kenapa ada GERAKAN MAHASISWA ?
Ø  Kondisi Indonesia yang memperlihatkan dengan gejala kemiskinan massal di perkotaan ataupun di daerah pedesaan, hancurnya sarana dan prasarana ekonomi sehingga menyebabkan kehancuran ekonomi dan tingginya tingkat utang serta rusaknya atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana transportasi, komunikasi dan modernisasi.
1908
Diawali dengan adanya Politik Etis Belanda setelah berkuasa selama kurang lebih 300 tahun
“ 1901 atau abad 19 adanya politik etis oleh negara belanda yang di nahkodai oleh ratu wihelmina sbgai blas budi terhdap bangsa2 yang telah di jajahnya”

Ø  Lahir BOEDI OETOMO, 20 Mei 1908 oleh pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA (pada kongres yogyakarta 5 Oktober 1908 menetapkan tujuan perkumpulan : Kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan.)
Ø  Dibentuknya Indische Vereeninging yang berubah menjadi Indonesische Vereeninging pada tahun 1922 oleh para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda, dan terakhir untuk lebih mempertegas identitas nasionalisme yang diperjuangkan, organisasi ini kembali berganti nama baru menjadi Perhimpunan Indonesia,tahun 1925.
Ø  Lahir juga Indische Partij yang melontarkan propaganda kemerdekaan Indonesia, Sarekat Islam,dan Muhammadiyah yang beraliran nasionalis demokratis dengan dasar agama, Indische Sociaal Democratische Vereeninging (ISDV) yang berhaluan Marxis, dll yang menambah jumlah haluan dan cita-cita terutama ke arah politik. Hal ini di satu sisi membantu perjuangan rakyat Indonesia, tetapi di sisi lain sangat melemahkan BU karena banyak orang kemudian memandang BU terlalu lembek oleh karena hanya menuju “kemajuan yang selaras” dan /atau terlalu sempit keanggotaannya (hanya untuk daerah yang berkebudayaan Jawa) meninggalkan BU Oleh karena cita-cita dan pemandangan umum berubah ke arah politik, BU juga akhirnya terpaksa terjun ke lapangan politik.

1908
Ø  Kehadiran Boedi Oetomo, Indische Vereeninging, dll pada masa itu merupakan suatu episode sejarah yang menandai munculnya sebuah angkatan pembaharu dengan kaum terpelajar dan mahasiswa sebagai aktor terdepannya, yang pertama dalam sejarah Indonesia : generasi 1908, dengan misi utamanya menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaan dikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan, dan mendorong semangat rakyat melalui penerangan-penerangan pendidikan yang mereka berikan, untuk berjuang membebaskan diri dari penindasan kolonialisme.

Pasang surut gerakan BU
            Dalam perkembangannya pada tahun 1909 timbul pemikiran kritis dari kalangan dalam sendiri yang memandang BU terlalu lunak, kurang agresif bila hanya bertujjuan untuk mencapai “ Kemajuan yang selaras” maka timbul wacana baru yang lebih mengedepankan posisi strategis bagi arah perjuangan BU yang lebih berorientasi pada pencapaian kemerdekaan, terjadilah perbedaan pendapatd di antara para tokohnya sehingga lambat laun tidak sedikit yang meninggalkan BU.
            Di saat krisis internal itu tiba-tiba muncul tokoh muda yang bernama Soekarno. Pada saat perayaan hari buruh di surabaya dan soekarno berpidato berapi-api di atas podium di dampingi oleh gurunya HOS Tjokroaminoto. Sehingga pidato Soekarno telah mengembalikan roh idealisme semula di dirikanya BU. Komunitas BU terdiri atas pemuda jawa sehingga penggunaan bahasa jawa ngoko di anjurkan syarekat islam lewat gerakan jawa dipo. Sehingga semua tokoh pergerakan jawa di anjurkan memakai bahasa rakyat jelata agar ddi pahami oleh rakyat.




1928
Ø  Kelompok Studi Indonesia (Indonesische Studie-club) yang dibentuk di Surabaya pada tanggal 29 Oktober 1924 oleh Soetomo. Kedua, Kelompok Studi Umum (Algemeene Studie-club) direalisasikan oleh para nasionalis dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik di Bandung yang dimotori oleh Soekarno pada tanggal 11 Juli 1925.
Ø  1926 lahir Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI).
Ø  Pada tahun 1930-an lahir pula kelompok Studi St. Bellarmius yang menjadi wadah mahasiswa Katolik, Cristelijke Studenten Vereninging (CSV) bagi mahasiswa Kristen, dan Studenten Islam Studie-club (SIS) bagi mahasiswa Islam.
Ø  Akhirnye ...
Ø  Para mahasiswa kecewa melihat situasi politik tanah air , ramainya berbagai ideoogi parpol serta lebih menuunjukan tersebarnya kekuatan-kekuatan pergerakan yang berdiri sendiri berdasarkan kesukuan, kedaerahan, keagamaan. maka Dari kebangkitan kaum terpelajar, mahasiswa, intelektual, dan aktivis pemuda itulah, mereka mengadakan pertemuan nasional melalui Konggres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta pada 26-28 Oktober 1928, dimotori oleh PPPI hasil kongres melahirkan rumusan indonesia muda dan mencetuskan sumpah pemuda.
1945
Dalam perkembangan berikutnya, dari dinamika pergerakan nasional yang ditandai dengan kehadiran kelompok-kelompok studi, dan akibat pengaruh sikap penguasa Belanda yang menjadi Liberal, muncul kebutuhan baru untuk menjadi partai politik, terutama dengan tujuan memperoleh basis massa yang luas. Kelompok Studi Indonesia berubah menjadi Partai Bangsa Indonesia (PBI), sedangkan Kelompok Studi Umum menjadi Perserikatan Nasional Indonesia (PNI).
Ø  Rezim Jepang lebih represif (dalam konteks  pendidikan maupun kehidupan politik) dibandingkan dengan kolonial Belanda, antara lain dengan melakukan pelarangan terhadap segala kegiatan yang berbau politik; dan hal ini ditindak lanjuti dengan membubarkan segala organisasi pelajar dan mahasiswa, termasuk partai politik, bahkan ada mahasiswa yang dipecat dan dipenjarakan.
Ø  Praktis, akibat kondisi yang vacuum tersebut, maka mahasiswa kebanyakan akhirnya memilih untuk lebih mengarahkan kegiatan dengan berkumpul dan berdiskusi, bersama para pemuda lainnya terutama di asrama-asrama. Tiga asrama  b  yang terkenal dalam sejarah, berperan besar dalam melahirkan sejumlah tokoh, adalah Asrama Menteng Raya, Asrama Cikini asrama prapatan 10,dan Asrama Kebon Sirih. Tokoh-tokoh inilah yang nantinya menjadi cikal bakal generasi 1945, yang menentukan kehidupan bangsa.
Harus di ingat !!!
Ø  Salah satu peran angkatan muda 1945 yang bersejarah, dalam kasus gerakan kelompok bawah tanah yang antara lain dipimpin oleh Chairul Saleh dan Soekarni saat itu, yang terpaksa menculik dan mendesak Soekarno dan Hatta agar secepatnya memproklamirkan kemerdekaan, peristiwa ini dikenal kemudian dengan peristiwa Rengasdengklok.
1966
Ø   Lahirnya gerakan mahasiswa angkatan 66 merupakan reaksi dari proses politik sebelumnya yakni terjadi pertentangan keras antara ABRI & PKI. Konflik itu mncapai puncaknya pd peristiwa G30S/PKI, 30 september 1965.
Ø  Mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tanggal 25 Oktober 1966 yang merupakan hasil kesepakatan sejumlah organisasi yang berhasil dipertemukan oleh Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pendidikan (PTIP) Mayjen dr. Syarief Thayeb, yakni HMI,PMII,Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Sekretariat Bersama Organisasi-organisasi Lokal (SOMAL), Mahasiswa Pancasila (Mapancas), dan Ikatan Pers Mahasiswa (IPMI). Tujuan pendiriannya, terutama agar para aktivis mahasiswa dalam melancarkan perlawanan terhadap PKI menjadi lebih terkoordinasi dan memiliki kepemimpinan.
Ø  Gerakan mahasiswa yang lahir 1966 tercetus dalam situasi politik dan kehancuran ekonomi, yakni pembubaran PKI serta mangangkat isu ekonomi karena keadan rakyat yang semakin susah, kedua isu ini di tuangkan dalam Tritura ( tiga tuntutan rakyat)
1.      Tuntutan pembubaran PKI
2.      Tuntutan perombakan kabinet100 menteri
3.      Turunkan harga
Ø  Pada tahun 1965 dan 1966, pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. Gerakan ini dikenal dengan istilah Angkatan '66, yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional, sementara sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan. Tokoh-tokoh mahasiswa saat itu adalah mereka yang kemudian berada pada lingkar kekuasaan Orde Baru, di antaranya Akbar Tanjung, Cosmas Batubara Sofyan Wanandi, Yusuf Wanandi, dll. Angkatan '66 mengangkat isu Komunis sebagai bahaya laten negara. Gerakan ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat untuk mendukung mahasiswa menentang Komunis yang ditukangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia). Setelah Orde Lama berakhir, aktivis Angkatan '66 pun mendapat hadiah yaitu dengan banyak yang duduk di kursi DPR/MPR serta diangkat dalam kabibet pemerintahan Orde Baru.
1974
Ø  MALARI ( Malapetaka 15 januari)
Ø  Awal 1970-an gerakan mahaiswa muncul sebagai reaksi protes terhadap kebijakan soeharto yang di anggap menyimpang dari idealisme di tegakkannya orde baru, mahasiswa menilai bahwa soeharto telah mengarah ke kapitalis, memanjakan pemodal asing yang semakin leluasa menguasai perekonomian nasional.
Ø  Dalam peristiwa malari terjadi besar besaran dalam penolakan kedatangan Perdana Menteri jepang Kakuei tanaka yang berkunjung ke jakarta pada tanggal 14 – 17 januari 1974 yang mengakibatkan proyek pasar senin ludes,.. Tercatat 807 mobil dan 187 sepeda motor buatan jepang di bakar di mana mana.
1978
Ø  Berita tentang aksi protes mahasiswa nyaris sepi. Mahasiswa disibukkan dengan  berbagai kegiatan kampus disamping kuliah sebagain kegiatan rutin, dihiasi dengan aktivitas kerja sosial, Kuliah Kerja Nyata (KKN), Dies Natalis, acara penerimaan mahasiswa baru, dan wisuda sarjana. Meskipun disana-sini aksi protes kecil tetap ada.
Ø  Gerakan kembali massif menjelang pemilu 1977. Berbagai masalah penyimpangan politik diangkat sebagai isu, misalnya soal pemilu mulai dari pelaksanaan kampanye, sampai penusukan tanda gambar, pola rekruitmen anggota legislatif, pemilihan gubernur dan bupati di daerah-daerah, strategi dan hakekat pembangunan, sampai dengan tema-tema kecil lainnya yang bersifat lokal. Gerakan ini juga mengkritik strategi pembangunan dan kepemimpinan nasional.
Ø  Akibatnya Pada titik ini ada yang menarik untuk dicatat yaitu terjadinya  pendudukan militer atas kampus-kampus ; disamping penyebabnya adalah karena mahasiswa dianggap telah melakukan “pembangkangan politik”, penyebab lain sebenarnya adalah karena gerakan mahasiswa 1978 lebih banyak berkonsentrasi dalam melakukan aksi diwilayah kampus.
Ø  Jadi, karena gerakan mahasiswa tidak terpancing keluar kampus untuk mennghindari seperti tahun 1974, maka akhirnya mereka diserbu militer,malahan dengan cara yang brutal.
NKK/BKK
Ø  Kebijakan NKK dilaksanakan berdasarkan SK No.0156/U/1978. Konsep ini mencoba mengarahkan mahasiswa hanya menuju pada jalur kegiatan akademik,dan menjauhkan dari aktivitas politik karena dinilai secara nyata dapat membahayakan posisi rezim. Menyusul pemberlakuan konsep NKK, pemerintah melakukan pembekuan atas lembaga Dewan Mahasiswa, sebagai gantinya pemerintah membentuk struktur keorganisasian baru yang disebut BKK. Berdasarkan SK menteri P&K No.037/U/1979 kebijakan ini membahas tentang Bentuk Susunan Lembaga Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan Perguruan Tinggi, dan dimantapkan dengan penjelasan teknis melalui Instruksi Dirjen Pendidikan Tinggi tahun 1978 tentang pokok-pokok pelaksanaan penataan kembali lembaga kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.
Ø  Sebagai alternatif terhadap suasana birokratis dan apolitis wadah intra kampus, di awal-awal tahun 80-an muncul kelompok-kelompok studi yang dianggap mungkin tidak tersentuh kekuasaan refresif penguasa. Kenyataannya, kelompok studi lebih berfungsi sebagai information actions dengan tujuan the distribution of critical information bagi mahasiswa. Dalam perkembangannya eksistensi kelompok ini mulai digeser oleh kehadiran wadah-wadah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tumbuh subur pula sebagai alternatif gerakan mahasiswa.
Ø  Memasuki awal tahun 1990-an, di bawah Mendikbud Fuad Hasan kebijakan NKK/BKK dicabut dan sebagai gantinya keluar Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK). Melalui PUOK ini ditetapkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra kampus yang diakui adalah Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT), yang didalamnya terdiri dari Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Ø  Dalam perkembangan kemudian, banyak timbul kekecewaan di berbagai perguruan tinggi karena kegagalan konsep ini dalam eksperimentasi demokrasi. Mahasiswa menuntut organisasi kampus yang mandiri, bebas dari pengaruh korporatisasi negara termasuk birokrasi kampus. Sehingga, tidaklah mengherankan bila akhirnya berdiri Dewan Mahasiswa di UGM tahun 1994 yang kemudian diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di tanah air sebagai landasan bagi pendirian model organisasi kemahasiswaan alternatif yang independen.
1998
Ø  Gerakan 1998 menuntut reformasi dan dihapuskannya "KKN" (korupsi, kolusi dan nepotisme) pada 1997-1998, lewat pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa, akhirnya memaksa Presiden Soeharto melepaskan jabatannya. Berbagai tindakan represif yang menewaskan aktivis mahasiswa dilakukan pemerintah untuk meredam gerakan ini di antaranya: Peristiwa Cimanggis, Peristiwa Gejayan, Tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi I dan II , Tragedi Lampung. Gerakan ini terus berlanjut hingga pemilu 1999.

JADI !!!
Ø  1908    : Mahasiswa menjadi pencetus kebangsaan
Ø  1928    : Mahasiswa berjanji mendukung kebangsaan
Ø  1945    : Mahasiswa mewujudkan dan bertempur bagi kemerdekaan bangsa
Ø  1966    : Mahasiswa mulai kehilangan arah kebangsaan dan mulai berpaling pada kapitalisme (lah itu jaket kuning untuk demo siapa yang nyumbang )
Ø  1974  : Mahasiswa telah kehilangan arah kebangsaan dan menjadi sektarian (bahkan dikendalikan tentara ... entah pihak Moertopo atau pihak Soemitro)
Ø  1978 : Mahasiswa dikebiri dari berpikir dan berbuat bagi bangsa
Ø  1990 : Mahasiswa menuntut hak untuk belajar lagi tentang kebangsaa
Ø  1998 : Mahasiswa baru coba-coba menjadi pendukung kebangsaan tapi semuanya masih semu karena sebenarnya dikampus-kampus merah putih hanya jadi lambang kosong yang dipake di demonstrasi-demonstrasi tetapi tidak tertanam di dalam dada mahasiswa. Buktinya : kalau ada tawaran kerja di luar negeri ya ... ayooooo ... kalau ada tawaran gaji tinggi di perusahaan asing ... ya ... ayoooo Demonstrasi hanya jadi ritual (atau malah ajang cari popularitas) di kampus


Tidak ada komentar:

Posting Komentar